Proses honey merupakan metode pengolahan kopi yang berada di antara metode natural (kering) dan washed (basah). Nama "honey" berasal dari lapisan lendir (mucilage) yang dibiarkan menempel pada biji kopi selama pengeringan, yang memiliki tekstur dan rasa yang mirip madu.

Cara Kerja Proses Honey

Setelah buah kopi dipetik, kulit dan daging buahnya dikupas, tetapi lapisan mucilage tidak dihilangkan sepenuhnya. Biji kopi kemudian dikeringkan dengan lapisan mucilage yang masih menempel, menciptakan fermentasi alami yang mempengaruhi profil rasa kopi.

"Proses honey mengajarkan kita bahwa kopi adalah tentang keseimbangan — antara keasaman dan kemanisan, antara tradisi dan inovasi."
Biji kopi proses honey
Biji kopi dengan proses honey memiliki warna keemasan khas

Jenis Proses Honey

Proses honey dibagi menjadi beberapa kategori berdasarkan jumlah mucilage yang dibiarkan menempel: Yellow Honey (sedikit), Red Honey (sedang), dan Black Honey (banyak). Semakin banyak mucilage yang tertinggal, semakin manis dan tebal body kopi yang dihasilkan.

Profil Rasa Hasil Proses Honey

Kopi yang melalui proses honey umumnya memiliki body yang lebih tebal dibandingkan washed, acidity yang cerah, dan sweetness yang menonjol. Notes buah-buahan tropis seperti mangga dan nanas sering ditemukan dalam profil rasa kopi honey process.

Proses honey semakin populer di kalangan petani kopi Indonesia karena kemampuannya menghasilkan kopi dengan karakter yang unik dan menarik bagi pasar specialty coffee.